Doa Supaya Dilapangkan Hati Dan Dimudahkan Dalam Urusan

Doa Supaya Dilapangkan Hati Dan Dimudahkan Dalam Urusan

Halo apa kabar?  Semoga dalam keadaan sehat  .. Dalam hari yang cerah ini saya akan memberitahu do'a supaya dilapangkan hati dan dimudahkan dalam urusan :

 رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ
robbisyroh lii shodrii

Artinya : Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku


وَيَسِّرْ لِيْۤ اَمْرِيْ ۙ 
wa yassir liii amrii

Artinya :"dan mudahkanlah untukku urusanku,"


وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَا نِیْ ۙ 
wahlul 'uqdatam mil lisaanii

Artinya :"dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,"


يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ 
yafqohuu qoulii

Artinya :"agar mereka mengerti perkataanku,"


Do'a ini di ambil dari potongan ayat Al-Qur'an Surah Ta-Ha 20: Ayat 25,26,27,28.

Jika ingin tahu lebih silahkan cek di bawah ini.



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِذْ رَاٰ نَارًا فَقَا لَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْۤا اِنِّيْۤ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْۤ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِقَبَسٍ اَوْ اَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى
iz ro`aa naaron fa qoola li`ahlihimkusuuu inniii aanastu naarol la'alliii aatiikum min-haa biqobasin au ajidu 'alan-naari hudaa

Artinya :"Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 10)



Tafsir Kemenag RI

Setelah habis masa perjanjian, Musa menggembalakan kambing Syekh Madyan, sebagai mahar yang harus dibayarkan Musa kepada mertuanya di Madyan, dia minta izin untuk kembali ke Mesir, menemui ibunya yang telah ditinggalkan selama sepuluh tahun lebih. Setelah mendapat izin, berangkatlah Musa 'alaihissalam bersama keluarganya menuju Mesir, dengan menghindari jalan biasa dan mengambil jalan di lereng, karena takut kalau-kalau keluarganya mendapat gangguan dari raja Syam. Dalam tafsir ar-Razi dan al-Qurthubi disebutkan bahwa setelah sampai di lembah Tuwa sebelah Barat dari gunung Tursina, istrinya melahirkan seorang anak, pada malam yang gelap gulita, berhawa dingin dan dalam keadaan tersesat. Untuk menghangatkan rasa dingin yang menusuk sampai ke tulang itu, dan mendapat penerangan di dalam suasana gelap gulita, Musa 'alaihissalam berusaha mendapatkan api, tetapi usahanya itu belum juga berhasil. Kemudian secara tidak disangka-sangka, terlihat olehnya api dari jauh di sebelah kiri jalan. Maka berkatalah ia kepada keluarganya dengan rasa gembira, "Tinggallah kalian di sini dulu, saya melihat api dari jauh, dan sekarang saya akan ke sana. Mudah-mudahan saya dapat membawa api itu ke sini, atau mendapat petunjuk daripadanya, untuk dapat keluar dari kesesatan jalan kita ini." Peristiwa seperti ini, dicantumkan juga dalam ayat yang lain di dalam Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah:

فَلَمَّا قَضٰى مُوْسَى الْاَجَلَ وَسَارَ بِاَهْلِهٖٓ اٰنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّوْرِ نَارًا قَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِخَبَرٍ اَوْ جَذْوَةٍ مِّنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُوْنَ

Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung, dia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan." (al-Qashash [28]: 29)


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قَا لَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ 
qoola robbisyroh lii shodrii

Artinya :"Dia (Musa) berkata, Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 25)



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَيَسِّرْ لِيْۤ اَمْرِيْ ۙ 
wa yassir liii amrii

Artinya :"dan mudahkanlah untukku urusanku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 26)



Tafsir Kemenag RI

Perintah Allah kepada Musa untuk menghadap dan menemui Firaun adalah merupakan tugas yang sangat berat, oleh sebab itu Musa berdoa dan memohon kepada Allah untuk dilapangkan dadanya dan dikuatkan mentalnya ketika ia berhadapan dengan Firaun. Firman Allah :

وَيَضِيْقُ صَدْرِيْ وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِيْ فَاَرْسِلْ اِلٰى هٰرُوْنَ

Sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku). (asy-Su'ara [26]: 13)

Di samping itu, ia juga memohon kepada Allah supaya dimudahkan segala urusannya, terutama dalam menyampaikan berita kerasulannya kepada Firaun, serta diberi kekuatan yang cukup untuk dapat menyebarkan agama dan memperbaiki keadaan umat, sebab tanpa bantuan dan pertolongan Allah, Musa tidak akan mampu untuk berbuat sesuatu.



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَا نِیْ ۙ 
wahlul 'uqdatam mil lisaanii

Artinya :"dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 27)



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ 
yafqohuu qoulii

Artinya :"agar mereka mengerti perkataanku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 28)




Tafsir Kemenag RI

Musa memohon agar lidahnya fasih dan tidak kelu, sehingga ia lancar dan tegas dalam berbicara, supaya kata-katanya mudah dicerna dan dipahami oleh pendengarnya, hingga mereka memperoleh hidayah Allah. Sebab jika lidah Musa kelu mengakibatkan ia tidak lancar bicaranya.

Para mufassir berbeda pendapat tentang sebab ketidakfasihan (kelunya) lisan Musa, sebagai berikut:

a. Bahwa Musa di waktu kecilnya, ia mencabut selembar rambut dari dagu Firaun, maka marahlah Firaun dan ia berencana untuk melampiaskan kemarahannya itu. Kemudian ia meminta kepada istrinya supaya membawakan balah (kurma mentah) dan se-onggok bara api. Istri Firaun membela Musa dengan mengatakan, "Musa masih kecil, belum tahu apa-apa." Sekalipun ada pembelaan, tetapi Firaun tetap melaksanakan maksud jahatnya, dan bara itu diletakkan di atas lidah Musa. Sejak itulah lidah Musa menjadi kaku. Oleh karena itu Musa 'alaihissalam meminta kepada Allah supaya kekeluan lidahnya itu dihilangkan.

b. Kekeluan lidahnya diakibatkan karena faktor psykologis yang membebani Musa, akibat dari tindakan dan perbuatannya menampar dan membunuh seorang Qibty.

c. Menurut pendapat lain, bahwa kekeluan tersebut akibat bawaan sejak lahir.



Wallahu a'lam

Random Posts

    Arsip

    Tampilkan selengkapnya